Tugas Menaklukkan Gunung Galunggung dari YM Ayahanda Guru

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
2 min read

Salah seorang saksi sejarah yang bernama Abangda Ali Basha, yang mendapat tugas dari YM Ayah Guru untuk menaklukkan Gunung Galunggung bersama Abangda Sujono Danawangsa pada tahun 1982. Dan beginilah penuturan beliau :

Waktu itu masih di Surau Cilandak, Bang In Malik sudah dua kali ditelpon Ayah Guru dari Medan agar saya digantikan dengan yang lain saja, karena belum datang-datang juga. Tetapi jam sepuluh pagi tiba-tiba saya ingin ke surau dan pergilah saya meninggalkan mabes dengan menggunakan kaos oblong dan melewati kampung-kampung.

Ketika tiba di surau ternyata surau sudah dipenuhi orang, kemudian salah seorang diantara mereka lapor pada Bang In Malik katanya “Bang In, Bang Ali sudah datang” kemudian Bang In mendatangi saya sambil marah “sombong sekali kamu ya …” lalu saya Tanya pada Bang In … ada apa dan apa yang terjadi bang?? Kata Bang In, ayo masuk dulu ke dalam… lhoh kok nggak tau, sudah dua kali saya telpon ke kantormu, siapa yang menerima, siapa namanya, perempuan itu..!! biar besok saya peringatkan, kata Bang In. Kamu nggak boleh lagi pulang karena besok akan berangkat untuk membawa air Ayah Guru naik helikopter melalui Pondok Cabe, saya bilang, baiklah pak … kemudian saya sembahyang hajat, padahal ingin telpon ke rumah tapi telpon di rumah belum ada, maksud saya agar orang di rumah tidak cari-cari.

Kemudian keesokan harinya berangkatlah saya ke Pondok Cabe, sebelumnya kita di asap terlebih dahulu dengan kemenyan,. Kemudian datanglah seorang penerbang TNI (lupa saya namanya), dia tanya saya .. Om … mau kemana … saya jawab … bawa embermu … ee.. malah dicucikan embernya, padahal kita kan tidak boleh ngomong, nanti ketahuan sama orang bule itu, kemudian Si bule bertanya pada saya “hello my friend what happen is it ??” karena ada ember dan dikiranya untuk nyuci padahal ember itulah yang akan menjadi wadah air tawajjuh.

Kemudian naiklah saya … lalu dijarak sekitar 200 meter di atas Gunung Galunggung saya benar-benar menjerit. Sedangkan dua hari sebelumnya itu saya sudah mentekel sebuah pesawat Boing Jepang yang mendarat darurat di Bandara Halim, padahal ketinggiannya waktu itu 50 ribu feet tapi terkena dan masuk abunya ke pesawat mereka. Bisa dibayangkan, jika saya menggunakan helikopter hanya dengan jarak 200 meter diatas puncak Galunggung, saya melihat bara yang memerah dan itulah yang membuat saya benar-benar menjerit ketakutan, sambil berkata “Ayaaaah .. tumbalnya kami ini Ayaaaah …” Dan seketika itu juga darah saya seperti disuntikkan kalsium, karena target saya adalah air yang di dalam ember tersebut harus habis untuk tujuh keliling tawaf mengelilingi puncak Galunggung, sehingga saya banting agak ke kanan dengan kedua tangan saya.

Dan ketika diputaran kelima maka saya menyaksikan seperti ada pelangi yang mengelilingi puncak galunggung, indah sekali, disitulah saya menyaksikan asap-asap yang ada di sekelilingnya tersedot dan masuk kembali ke kepundannya, sayang sekali tidak bawa kamera sehingga tidak dapat mengabadikan momen yang menarik itu.

Dan saya pun sangat takjub dengan pilotnya yang begitu lihai dan sangat berani waktu tawaf berkeliling di atas gunung, benar-benar di luar dugaan saya peristiwa itu terjadi, satu pesan Bang In “Jangan sampai barangnya Ayah berupa tanda jasa kelupaan ditempelkan di bajunya pilot itu” Dan ketika pilot tersadar jika telah memasuki zone terlarang kemudian pesawat mundur lagi sambil mengatakan “Kalo ketahuan kita ini masuk dalam zona larangan bisa-bisa izin penerbang saya dicabut. Sungguh luar biasa karomah YM Ayahanda Guru.

Dituturkan langsung oleh pelaku

ALI BASHA
Mayor Penerbang (Purn)

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

Mengapa Kita Melakukan Dzikir Setiap Minggu?

Syaikh Abul Qasim Junayd al-Baghdadi

Sungai di Surga (Al-Kautsar)

11 Prinsip Dzikir Dalam Tarekat Naqsyabandiyah

Belajar Menyadari

Dalil Membakar Buhur/Dupa dalam Majelis Dzikir dan Maulid

Penjelasan Tentang Tajalli Dzat, Tajalli Sifat, Tajalli Asma, Dan Tajalli Af’al

Karamah Wali Allah

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Kunci Kebahagiaan: Mengenal Tuhan dan Hukum Al-Qur’an

Habib Abu Bakar dan ilmu Fiqh Tahawwulat

Jalan Menuju Allah

Tiga Kategori Dzikir & 4 Pembagian Dzikir

Adab Murid Pada Guru Mursyid

Ajaran dan Dzikir Tarekat Tijaniyah

Memperbanyak Dzikir

Tidak Ada Tasawuf Tanpa Syariah

Kepedulian Terhadap Semua Makhluk

Tugas Menaklukkan Gunung Galunggung dari YM Ayahanda Guru