Jin

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
< 1 min read

Berdasarkan kesepakatan para ulama, selain beriman kepada malaikat, kita juga wajib mempercayai keberadaan jin. Sungguh, keberadaan jin telah ditegaskan di dalam Alqur’an dan sunnah. Seperti di dalam firman Allah Ta’ala, “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” [QS. ar-Rahman 55:1]

Allah Ta’ala berfirman, “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” [QS. ar-Rahman 55:33]

Allah Ta’ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alqur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan-(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya) “. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” [QS. al-Ahqaf 46:29]

Jin adalah jisim lembut yang bisa mewujud dalam beragam bentuk dan bisa melakukan pekerjaan yang berat dan sulit. Di antara mereka ada yang taat dan ada yang pembangkang. Ada yang beriman dan ada yang kafir. Di antara mereka juga ada yang setan, yang kerjaannya berbuat jahat dan menyesatkan, menjerumuskan manusia ke dalam kerusakan dengan merangsang sebab-sebab maksiat dan kenikmatan tubuh.

Tidak tertutup kemungkinan malaikat, jin dan setan itu bisa tampak pada waktu dan keadaan tertentu.

Dikutip dari Kitab Tanwirul Qulub, karya Sayyidi Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi (qs.)

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

Syaikh Ahmad bin Muhammad Abu al-Husain an-Nuri

Gelas yang Bersih

Hadits Jibril

Surga

Gejolak Hati Melebihi Air yang Mendidih

22 Jumadil Akhir: Haul Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq (ra)

Dua Penjaga Manusia

Insan Kamil

Syaikh Muhammad Ali as-Sanusi

Baiat Thariqah di Stasiun

Syaikh Baha’uddin Naqsyabandi: Sang Imam Khwajagan

Adab (Etika) Dalam Shalat

Engkau Akan Bersama dengan Orang yang Kau Cintai

Sejarah Tarekat Sammaniyah

Memperbanyak Dzikir

Memperbaiki Diri Melalui Mursyid Sejati Thariqah

Malaikat

Plato: Wali Qutub di Zamannya

Jin