— Sayyidi Syaikh Abu Yazid Al-Busthami qs.
“Taubat karena berbuat maksiat itu cukup hanya sekali, sedangkan taubat setelah berbuat taat harus seribu kali, sebab taat yg diliputi oleh ‘ujub, sombong, itu berubah menjadi maksiat yg besar, dan orang tidak akan menyadarinya. Sebagaimana jatuhnya iblis dari singgasananya.”
— Al-Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri
“Setiap yang kita pandang pada orang lain, itulah cerminan hati kita. Jika kita lihat orang lain buruk, maka hati kita yang kotor. Bencilah pada dosa, bukan pada yang berbuat dosa.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Allah menjadikanmu berada di alam pertengahan antara alam materi dan malakut-Nya guna memperkenalkan tingginya kedudukanmu di antara makhluk. Kau adalah mutiara yg tersembunyi dalam kulit ciptaan-Nya.”
— Sayyidi Syaikh Abu Yazid Al-Busthami qs.
“Aku baru sadar, kukira aku bisa mencintai-Nya. Ternyata cintaku kepada-Nya selama ini akibat Cinta-Nya kepadaku.”
— Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khalidi qs.
“Beribadatlah sebagaimana Nabi/Rasul Beribadat. Berprinsiplah dalam mental sebagai pengabdi. Berabdilah dalam mental sebagai pejuang. Berjuanglah dalam kegigihan dan ketabahan sebagai prajurit. Berkaryalah dalam pembangunan sebagai pemilik.”
— Sayyidil Habib Umar bin Hafidz
“Mata yang memandang rendah orang lain, adalah mata yang tidak layak untuk memandang Rasulullah.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Siapa yg meminta pertolongan kpd Allah, namun belum terlihat bentuk pertolongan itu. Ketahuilah bahwa permintaan secara terus-menerus itulah yg Allah inginkan darinya.”
— Syaikh Hamzah Al-Khurasani qs.
“Barangsiapa mengingat akan kematian, maka Allah akan menjadikan ia senang mencari pahala dan benci terhadap dosa.”
— Habib Munzir Al-Musawa
“Lemah lembut adalah pedang cahaya yang lebih tajam dari besi, pedang besi hanya merobek jantung dan membunuh, namun pedang cahaya menembus jiwa dan merubah hati yang benci menjadi cinta.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Bagaimana dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Allah yg mendhahirkan segala sesuatu.”
— Syaikh Ibrahim Al-Khawwash qs.
“Bukanlah dikatakan seorang alim karena banyaknya riwayat. Orang alim adalah pengikut pengetahuan dan mengamalkan pengetahuan itu, di samping mengikuti jejak Sunnah-sunnah, walaupun ilmunya sedikit.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Bila ada hal yang menyakitkanmu, sejatinya itu pesan Allah agar engkau tak tergantung padanya dan pada apapun, kecuali pada-Nya.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Sesungguhnya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengertian atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar² akan kebesaran karunia Allah), hanya semata-mata supaya engkau mendekat dan masuk kehadirat Allah.”
— Sayyidi Syaikh Abu Yazid Al-Busthami qs.
“Jika ada seseorang yang memberimu sebuah kenikmatan, segeralah bersyukur pada Allah karena Allah yang melembutkan jiwa dan hati mereka padamu.”
— Sayyidil Habib Umar bin Hafidz
“Jika hati kita berat untuk memuliakan orang lain, sekurang-kurangnya jagalah lisan kita dari menghina orang lain.”
— Sayyidina 'Umar bin Al-Khaththab ra.
“Menarik diri dari khalayak ramai (‘uzlat) adalah sarana untuk menghindarkan seseorang dari pergaulan yang buruk.”