Sungai di Surga (Al-Kautsar)

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
< 1 min read

Salah satu hal yang wajib diyakini keberadaannya adalah al-kautsar, yakni sungai yang ada di surga. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu al-kautsar.” [QS. al-Kautsar 108:1]

Di dalam hadis shahih yang meriwayatkan kisah isra’, Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku berjalan di dalam surga, tiba-tiba aku dihadapkan pada sebuah sungai yang di kedua tepinya terdapat kubah-kubah intan. Aku bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, apa ini?” dan Jibril menjawab, “Ini adalah al-Kautsar yang telah Allah berikan kepadamu.” Lalu Jibril mengambil lumpur sungai itu, ternyata berupa misik yang sangat wangi.

Di dalam hadis dari Ibn ‘Umar disebutkan, “Al-Kautsar adalah sungai yang ada di surga, kedua tepinya adalah emas, tempat alirannya adalah intan dan mutiara, lumpurnya lebih wangi daripada misik, airnya lebih manis daripada madu, lebih putih daripada susu dan lebih sejuk daripada es.” Hadis ini diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, dan ia berkata bahwa derajat hadis ini hasan shahih.

Dikutip dari Kitab Tanwirul Qulub, karya Sayyidi Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi (qs.)

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

11 Prinsip Dzikir Dalam Tarekat Naqsyabandiyah

Tentang Allah

Sejarah Tarekat Rifa’iyah

Mengapa Depresi? Depresi & Cara Mengatasinya

Membelah Lautan: Pentingnya Ber-Thariqah (Transkrip)

Jika Tak Mampu Menangis, Berpura-puralah Menangis

Tidak Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

Martabat 7

Mengapa Kita Melakukan Dzikir Setiap Minggu?

Renungan bagi Murid

Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah

Perbedaan Fungsi Antara Al-Qur’an & Dzikir

Anjuran untuk Tidak Langsung Minum Air Setelah Dzikir

Lihatlah Burung-Burung Itu!

Ketika Ulama Terdahulu Menguji Muridnya

Menghayati Tauhid dalam Surah An-Nahl Ayat 78-79: Refleksi Cinta kepada Nabi ﷺ dan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Tarekat Qadiriyah di Indonesia

Karomah YM. Ayahanda: Batu Bata Berubah Menjadi Emas

Sungai di Surga (Al-Kautsar)