22 Jumadil Akhir: Haul Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq (ra)

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
< 1 min read

22 Jumadil Akhir kita peringati sebagai hari wafatnya Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq (ra), semoga Allah memberkahinya dan mengangkat derajatnya setinggi-tingginya, al-Fatihah.

____

Grandsyekh Abdullah Fa’iz ad-Daghestani (q) bercerita tentang Abu Bakar ash-Shiddiq (ra), Sahabat Rasulullah (saw) yang paling termasyhur di antara Sahabat-Sahabat lainnya. Rasulullah (saw) mengagungkannya dengan mengatakan bahwa jika iman Abu Bakar (ra) dibandingkan dengan iman seluruh umat manusia, maka iman Abu Bakar (ra) masih lebih berat. Pada Hari Perjanjian (Alastu birabbikum…) setiap orang ditanya oleh Allah (swt), “Apakah Aku adalah Tuhanmu?” kita semua menjawab, “Ya, Engkau adalah Tuhan kami.” Pada hari itu kalau bukan karena jasa Abu Bakar (ra) yang mengajarkan semua orang dengan kekuatan rohaniahnya, tidak ada seorang pun yang dapat menjawab dengan benar.

Grandsyekh melanjutkan bahwa setiap orang mempunyai satu bagian dari iman Abu Bakar (ra), termasuk orang-orang yang lemah imannya. Dari bagian itu begitu banyak orang akan masuk Surga, tidak peduli orang itu melakukan shalat atau tidak. Bagian iman itu menjaga setiap orang dari akhir yang buruk dalam kehidupan di dunia maupun di Akhirat. Kalimat “Laa ilaha ilallah Muhammadur rasulullah” telah terukir dalam hati kita, dan hanya perlu satu kesempatan untuk menunjukkannya.

Shaykh Nazim al-Haqqani

____

Lebih lanjut riwayat Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (ra) sebagaimana yang disampaikan oleh Mawlana Shaykh Hisham Kabbani dalam buku Naqshbandi Sufi Way dapat dilihat ditautan berikut:
Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (RA)

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

Kisah Bal’am bin Ba’ura

Kisah Sayyidi Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani (qs) Ketika Menghidupkan Orang yang Telah Mati

Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi

Karomah YM. Ayahanda: Batu Bata Berubah Menjadi Emas

Yunus Emre: Satu-Satunya Saat Ketika Kau Tak Berdosa

Manaqib Syaikh Baha’uddin Naqshbandi

Menghayati Tauhid dalam Surah An-Nahl Ayat 78-79: Refleksi Cinta kepada Nabi ﷺ dan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Hakikat Adab dalam Tasawuf

Wirid dan Amalan Tarekat Rifa’iyah

Doa Perlindungan dari Gempa

Permintaan Orang-Orang Quraisy

Pembicaraan Rasulullah SAW Selalu Singkat & Padat

Puisi Yunus Emre

Tasawuf sebagai Legitimasi Politik dan Sumber Kesaktian

Pengertian Bertarekat

Ilmu Dirasah dan Ilmu Wiratsah

Sejarah Tarekat Qadiriyah

Cara Wushul Tercepat

22 Jumadil Akhir: Haul Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq (ra)