Hati-Hati dengan Prasangkamu Karena Mata Sering Kali Menipu

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
< 1 min read

Penjahit tua dan tukang daging

Seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa kecil dan biasa menjahit pakaian yg sangat rapi dan indah dan menjualnya dengan harga yg bagus cukup mahal.

Suatu hari, seorang pria miskin dari desa datang kepadanya dan berkata kepada penjahit, “Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa anda tidak membantu orang miskin di desa?”

“Lihatlah penjual daging di desa yg tak punya banyak uang dan setiap hari membagikan daging kepada orang miskin.”

Penjahit itu tidak menanggapinya dan tersenyum tenang. Orang miskin itu keluar dari penjahit dan mengabarkan ke penduduk di desa bahwa penjahit tua itu kaya tetapi pelit, sehingga orang² desa membencinya.

Dan setelah beberapa saat penjahit tua itu jatuh sakit, dan tidak ada penduduk desa yg peduli padanya, dan dia meninggal sendirian. Hari² berlalu dan orang² desa menyadari bahwa tukang daging tidak lagi mengirimkan daging gratis kepada orang miskin.

Dan ketika mereka bertanya mengapa tak lagi membagikan daging ke penduduk desa yg miskin? Penjual daging itu memberi tahu mereka bahwa penjahit tua itu biasa memberi saya sejumlah uang setiap bulan untuk sedekah, untuk memberi daging kepada orang miskin. Setelah ia meninggal, berhenti sedekah karena kematiannya.

*****
Beberapa orang mungkin berpikir buruk tentang kita, dan yg lain mungkin berpikir bahwa kita lebih murni daripada air. Ini tidak akan menguntungkan kita, juga tidak akan merugikan kita, yg penting adalah apa yg Allah ketahui tentang kita.

Jangan menilai seseorang dari apa yg kita dengar dari orang lain, karena dia mungkin memiliki hal² lain dalam hidupnya. Jika suatu saat kita mengetahuinya, kita akan menyesali semua ucapan, pikiran dan sikap kita padanya.

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

Sejarah Tarekat Alawiyyah

Pembicaraan Rasulullah SAW Selalu Singkat & Padat

Sejarah Tarekat Idrisiyah

Cara Mudah untuk Masuk Surga

Syaikh Ahmad bin Muhammad Abu al-Husain an-Nuri

Syaikh Abu Hasan as-Syadzili: Sufi Agung Syadziliyah

Tasawuf sebagai Legitimasi Politik dan Sumber Kesaktian

Kabar Gembira Bagi Mereka Yg Banyak Berdzikir

Hanya dengan Mengingat Allah

Kasyaf (Terbukanya Tirai Keghaiban)

Kisah Mawlana Rumi Membeli Khamr

Nabi Musa as. di Hari Kiamat

Syaikh Ma’ruf al-Karkhi: Peletak Dasar Ajaran Cinta

Kopi Panas dan Jin

Tarekat Chisytiyyah – Citarasa Spiritual Khas India

Malam Bersama Mawlana Rumi

22 Jumadil Akhir: Haul Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq (ra)

Makna Musyahadah dan Mukasyafah dalam Ilmu Tasawuf

Hati-Hati dengan Prasangkamu Karena Mata Sering Kali Menipu