Tentang Futuwwah

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
< 1 min read

Suatu hari Mawlana Rumi meminta seorang muridnya menyiapkan teh untuk tamu. Setelah lama ditunggu murid itu tidak muncul dan Mawlana Rumi menemuinya di dapur. Murid itu berkata, “Saya terlambat karena menunggu seekor semut pergi dari supra (semacam taplak untuk menghidangkan teh).”

Mendengar jawaban itu Mawlana Rumi marah dan berkata, “Seharusnya kamu harus membuat keputusan mana yg penting harus dilakukan saat ini. Tidak menyakiti semut itu penting tapi melayani tamu jauh lebih utama.”

Dan itulah yg disebut dengan futuwwah, kata Guru saya, Syaikh Husain, setelah menceritakan kisah Mawlana Rumi dengan muridnya. Futuwwah itu adalah menempatkan sesuatu pada tempat, waktu dan keadaannya. Ini sangat diperlukan dalam memahami agama. Kefanatikan dalam beragama muncul karena tidak ada futuwwah. Itu terjadi karena seseorang mengambil agama secara sepotong-potong.

Hal seperti ini juga sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, pernah terjadi di zaman Rasulullah Saw. hingga Beliau bersabda, “Jika makanan sudah dihidangkan jangan bersikeras untuk shalat. Makan dulu, baru shalat.”

Kita tahu shalat itu lebih utama dari makan, tapi karena makanan sudah dihidangkan maka saat itu makan lebih didahulukan dari shalat.

Contoh lain pada kehidupan kita banyak. Kita sering ceroboh dalam bersikap hingga merugikan diri sendiri, bahkan orang lain karena tidak faham futuwwah dalam beragama. Dan untuk memahaminya, kata Guru saya, mau tidak mau harus banyak menuntut ilmu agama. Harus mempelajari fiqh agar tahu mana yg wajib mana yg sunnah, harus mempelajari adab karena agama itu adalah adab, dan seterusnya….

(Dari Guru kami, Syaikh Husain asy-Syadzali ad-Darqawiy)

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

Islam, Iman dan Ihsan

Intiqal, Ittihad, Hulul & Ittishal

Syaikh Abu Hasan as-Syadzili: Sufi Agung Syadziliyah

Disiplin Sufi

Tarekat Tijaniyah, Motor Penyebaran Islam di Afrika

Khauf – Takut Kepada Allah

Mengupas Masalah Bai’at/Talqin Dzikir di Dalam Ajaran Thariqat

Menjadi Ahli Taat Beribadah: Makna Ridha Allah dalam Ketaatan menurut Sayyidi Syaikh Ibnu Atha’illah As-Sakandari

Adab (Etika) Dalam Shalat

Tarekat Khalwatiyah: Bertahan dari Tekanan Penjajah

Shuhbah Membangun Mahabbah

Adab Murid Terhadap Dirinya Sendiri

Hedonic Threadmill

Sejarah Tarekat Idrisiyah

Syaikh Ahmad bin Muhammad Abu al-Husain an-Nuri

Kasihi dan Cintailah Semua Makhluk

Mengenal Qolbu, Ruh, Akal dan Nafsu

Kasyaf (Terbukanya Tirai Keghaiban)

Tentang Futuwwah