— Syaikh Abul Husin Bin Bunan qs.

“Jauhilah moral yang rendah sebagaimana kamu menjauhi hal yang haram.”

— Sayyidi Syaikh Abdullah Asy-Syarqawi qs.

“Ilmu yg bermanfaat ialah ilmu tentang Allah, sifat²Nya, asma-Nya, dan ilmu tata cara beribadah kepada-Nya dan bersopan santun di depan-Nya.”

— Syaikh Abu Hamzah Al-Bazzar qs.

“Barangsiapa yang mengetahui jalan kebenaran, maka ia akan mudah menempuhnya. Tidak ada pemandu (guide) yang mengantarkan kepada Allah Swt. kecuali dengan mengikuti perilaku, perbuatan, dan sabda-sabda Rasulullah Saw.”

— Syaikh Ahmad Al-Adami qs.

“Barangsiapa menetapi hukum-hukum syariat, Allah akan memberikan cahaya ma’rifat di hatinya, dan tiada kedudukan yang paling mulia selain mengikuti perintah, perilaku, dan perangai baginda Rasulullah Saw.”

— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.

“Terkadang Allah memberimu kekayaan/kesenangan dunia, tetapi Allah menahan tidak memberimu perkara yg hakikatnya baik padamu (taufiq dan hidayah-Nya). Dan terkadang Allah menahan (tidak memberi) kamu dari kesenangan dunia tetapi pada hakikatnya memberikan kepadamu taufiq dan hidayah-Nya.”

— Syaikhul Akbar Ibnu Arabi qs.

“Belajarlah untuk memberi, baik kamu punya banyak atau sedikit, baik saat suka maupun duka.”

— Mawlana Jalaluddin Rumi qs.

“Jangan pernah memaksa siapapun untuk memeluk jiwamu, sebab cinta seperti halnya agama, tiada paksaan di dalamnya.”

— Imam Al-Muhasibi qs.

“Tidak ada yang lebih berbahaya bagi seorang hamba setelah lidahnya selain pendengarannya sendiri. Sebab pendengaran adalah perantara paling cepat untuk mencapai hati dan memicu fitnah paling efektif.”

— Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali qs.

“Adalah (memperoleh) seorang anak merupakan alasan paling fundamental dari disyariatkannya sebuah pernikahan. Sebabnya agar dunia ini tidak kosong dari manusia.”

— Sayyidi Syaikh Abdul Khalik Fajduani Al-Khalidi qs.

Orang Ikhlas: “Ketika dia ada, tidak dianggap orang. Tapi begitu dia tidak ada, maka dicari-cari orang, karena orang merasa kehilangan dia.”

— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.

“Bagaimana akan dapat dibayangkan, bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Dia ada dhahir sebelum adanya sesuatu.”

— Maulana Syaikh Nazim Al-Haqqani

“Allah jadikan bumi sebagai tempat sujudmu dan langit sebagai tempat naiknya amal salehmu. Jangan kau jadikan bumi sebagai tempat keangkuhanmu dan langit sebagai tempat naiknya dosa-dosamu.”

— Syaikh Abu Sa'id bin Abi Al-Khair

“Jalan terpendek, terbaik, dan termudah menuju Dia adalah memberi kenyamanan kepada orang lain.”

— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.

“Jika kau ingin dibukakan pintu rojaâ’/asa/harapan, lihatlah karunia-Nya kepadamu. Namun, jika kau ingin dibukakan pintu khouf/takut, lihatlah amal yg kau persembahkan untuk-Nya.”

— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.

“Terkadang Allah membukakan untukmu pintu taat, tetapi belum dibukakan pintu kabul (penerimaan), sebagaimana adakalanya ditaqdirkan engkau berbuat dosa, tetapi menjadi sebab wushul (sampaimu) kepada Allah.”

— Syaikh Syaqiq Al-Balkhi qs.

“Ketakwaan seseorang bisa dilihat dari tiga hal: Dalam kesukaannya menerima pemberian, keikhlasannya, dan pembicaraannya.”