— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.

“Cukuplah menjadi balasan Allah atas ketaatanmu jika Allah ridho menjadikan engkau ahli taat beribadah.”

— Mawlana Jalaluddin Rumi qs.

“Selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata mereka. Karena, bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa tak ada perpisahan.”

— Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali qs.

“Katakanlah dalam hatimu, pagi ini aku akan beribadah, meskipun berat. Siapa tahu nanti malam aku mati.”

— Syaikh Abu Sa'id Bin Al-A'rabi qs.

“Orang yang paling rugi adalah orang yang menampakkan perbuatan-perbuatan baiknya di hadapan manusia, dan menampakkan terang-terangan di hadapan Allah.”

— Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khalidi qs.

“Ingatlah: Metafisika yang betul berdiri di atas fisika. Suprarasional yang betul berdiri di atas rasional. Thariqat yang betul berdiri di atas syari’at.”

— Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali qs.

“Saat manusia dikuasai oleh nafsu, derajatnya jadi lebih rendah daripada binatang. Saat manusia berhasil menguasai nafsu, derajatnya melesat melampaui malaikat.”

— Imam Abu Hanifah ra.

“Membaca kisah perjalan hidup orang-orang hebat, lebih aku sukai daripada mempelajari sebagian besar ilmu fikih.”

— Mawlana Jalaluddin Rumi qs.

“Dalam setiap agama ada cinta, namun cinta tidak memiliki agama.”

— Sayyidi Syaikh Abu Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi qs.

“Dan ketahuilah bahwa Allah SWT jika menginginkan seorang hamba pasti Dia mudahkan jalan baginya, memberinya beban berat, mempercepat keberangkatannya, mengantarkannya ke tempat atau kedudukan yang penuh keutamaan, dan menganugerahkan keberuntungan melimpah.”

— Mawlana Jalaluddin Rumi qs.

“Segala sesuatu menunggu pada waktunya. Tak ada mawar yg mekar sebelum waktunya. Matahari juga tidak terbit sebelum waktunya. Tunggu apa yg menjadi milikmu pasti akan datang kepadamu.”

— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.

“Di dalam keadaan lapang (bashtu), hawa nafsu dapat mengambil bagiannya karena gembira, sedang dalam keadaan sempit (qobdhu) tidak ada bagian sama sekali untuk hawa nafsu.”

— Mawlana Habib Luthfi bin Yahya

“Sangat mengherankan, manusia mengeluh penyakit jasmani, namun ketika mereka terjangkit penyakit rohani, mereka tenang-tenang saja. Padahal jasmani akan rusak setelah mati, sedangkan ruh akan kekal selamanya.”

— Imam Syafi'i ra.

“Barangsiapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, maka dia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”

— Sayyidi Syaikh Abu Yazid Al-Busthami qs.

“Aku baru sadar, kukira aku bisa mencintai-Nya. Ternyata cintaku kepada-Nya selama ini akibat Cinta-Nya kepadaku.”

— Mawlana Jalaluddin Rumi qs.

“Ketika aku paham syari’at, amalku begitu kuat. Ketika aku mengenal hakikat, diriku hina setiap saat. Dan ketika aku merasakan iman, hatiku, terguncang begitu dahsyat.”

— Al-Habib Ali Zainal Abidin Al-Jufri

“Engkau berangan-angan menemukan cinta sejati dalam hidup ini. Ketahuilah di hatimu sudah ada Rasulullah yang telah lama melakukannya kepadamu.”