— Abuya Sayyid Muhammad bin 'Alawi Al-Maliki
“Perbanyaklah ibadah saat mudamu. Walaupun banyak godaan dan cobaan saat kau berusaha menjalaninya, paksalah dirimu untuk taat walau berat. Karena jika kau tua, kau hanya mau, tapi kadang tak mampu.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Jika engkau ingin mendapatkan kemuliaan yg tidak punah/rusak, maka jangan membanggakan kemuliaan yg bisa rusak.”
— Syaikh Abu'l Fayd Dzun Nun bin Ibrahim Al-Mishri qs.
Kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat adalah merupakan permohonan yang senantiasa dipanjatkan dalam doa kita. Bahagia yang dimaksud tentu bukan kebahagiaan semu dan fana, namun kebahagian yang hakiki. Ajaran agama adalah petunjuk dan pedoman untuk meraih kebahagiaan abadi tersebut.Syaikh Ismail Haqqi Al-Khalwati dalam kitab Ruhul Bayan Fi Tafsir Al-Qurâ’an menyebutkan nasehat Syaikh Dzu Nun Al-Mishri tentang tanda-tanda kebahagiaan.Syaikh Dzu Nun Al-Mishri mengatakan:”Tanda-tanda orang yang mendapat kebahagiaan adalah: mencintai orang-orang saleh dan dekat dengan mereka, rajin membaca Al-Qurâ’an, selalu ibadah malam, duduk bersama ulama, dan mempunyai hati yang lembut penuh kasih.”Pikir-pikirkanlah!Renung-renungkanlah!
— Syaikh Abu Muhammad 'Abdallah Muhammad bin Al-Fadhl Al-Balkhi qs.
“Orang yg paling mengenal Tuhan ialah orang yg paling berjuang keras untuk memenuhi perintah²-Nya, dan mengikuti sedekat²nya Sunnah Nabi-Nya.”
— KH. Ahmad Zuhdiannoor
“Selama rasa kurang masih masuk ke dalam hati, maka berapa pun uang yang didapat, tidak akan membuatnya bahagia. Karena sesungguhnya uang itu bukanlah jawaban hidup.”
— Imam Hasan Al-Bashri qs.
“Sungguh, memenuhi hajat seorang saudaraku lebih kucintai daripada ibadah satu tahun.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Adakalanya Allah memperlihatkan rahasia malakut-Nya, namun Dia menghijabmu dari mengetahui rahasia para hamba-Nya.”
— Mawlana Jalaluddin Rumi qs.
“Angkatlah kata-katamu, bukan suara. Hujanlah yang menumbuhkan bunga-bunga, bukan guntur!”
— Syaikh Abu Abbas Al-Mursi qs.
“Kalau saja satu detik Rasulullah hilang dalam hati dan pikiranku, aku malu menganggap diriku sebagai muslim.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Tiada terhingga keburukanmu jika Allah membiarkanmu. Sebaliknya, tiada pernah berakhir kebaikanmu, jika Allah memperlihatkan kemurahan-Nya atas dirimu.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Jangan salahkan lambatnya kedatangan karunia Allah. Namun, salahkanlah dirimu yg lambat menghadap kepada-Nya.”
— Syaikh Abu Bakar Asy-Syibli
“Syukur adalah melihat siapa yang memberi, bukan melihat apa yang diberi.”
— Imam Syafi'i ra.
“Orang paling tertipu adalah: yang merendah di hadapan orang yang tidak menghargainya, yang mencintai orang yang tidak bermanfaat baginya, yang bangga dengan pujian orang yang tidak mengenalnya.”
— Syaikh Abul Hasan Ahmad bin Muhammad Al-Nuri qs.
“Orang yang menganggap segala sesuatu sebagai ditentukan oleh Tuhan, maka dia berpaling kepada Tuhan dalam segala sesuatu.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Jangan sekali-kali mengharapkan kekalnya warid yg telah selesai membentangkan cahayanya dan menyingkapkan seluruh rahasianya. Semua yg kau butuhkan ada pada Allah dan kau tidak memerlukan yg lain.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Jika kau ingin dibukakan pintu rojaâ’/asa/harapan, lihatlah karunia-Nya kepadamu. Namun, jika kau ingin dibukakan pintu khouf/takut, lihatlah amal yg kau persembahkan untuk-Nya.”