— Sayyidi Syaikh Abdullah Asy-Syarqawi qs.
“Sebenarnya pemberian Allah kepada hamba itu sudah lebih dari yg diharapkan yaitu hidupnya, nafasnya, panca indranya dan kesehatannya dan lain²nya.”
— Sayyidi Syaikh Abdul Qadir Jailani qs.
“Bila engkau hanya mengucapkan satu doa dalam sehari, maka pastikan kalimat doa itu adalah terima kasih.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Orang² yg ditarik kepada-Nya (majdzub) akan diperlihatkan kepada kesempurnaan Dzat-Nya, kemudian dibawa untuk menyaksikan Sifat-Nya, lalu digiring untuk bergantung kepada Nama-Nya, selanjutnya dikembalikan lagi untuk menyaksikan makhluk-Nya. Adapun para salik, mereka mengalami kondisi sebaliknya.”
— Syaikh Abu Muhammad 'Abdallah bin Khubayq qs.
“Barangsiapa ingin hidup dalam kehidupannya, jangan membiarkan ketamakan bersarang di hati.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Karamah yang sebenarnya adalah meninggalkan sikap ikut mengatur rencana Allah Swt, dan menyerahkan segala aturan dan rencana kepada ketetapan-Nya.”
— Syaikh Abu 'Abdallah Muhammad bin Idris Al-Syafi'i qs.
“Bilamana engkau melihat seorang ulama menyibukkan dirinya dengan kepentingan-kepentingan pribadi (rukhas), tidak ada hal yang baik yang dapat diberikan olehnya.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Bagaimana akan dapat dibayangkan, bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Dia ada dhahir sebelum adanya sesuatu.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Keterangan (kata² yg berhubungan dengan ilmu makrifat), itu bagaikan makanan bagi yg mendengarkan (membutuhkannya), dan engkau tidak mendapat apa² kecuali apa yg engkau makan.”
— Syaikh Abu 'Ali Al-Fudhayl bin 'Iyad qs.
“Dunia adalah rumah sakit jiwa, dan orang² yang ada di dalamnya adalah orang² gila, memakai belenggu² dan rantai² (nafsu).”
— Syaikh Abul 'Abbas Ahmad bin Masruq qs.
“Jika seseorang mendapatkan kegembiraan dalam selain Tuhan, kegembiraannya membuahkan kesusahan, dan jika seseorang tidak akrab dengan pengabdian kepada Tuhannya, keakrabannya membuahkan kesepian (wahsyat).”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Tatkala berkurang apa yg membuatmu senang maka berkuranglah pula apa yang kau sedihkan.”
— Nasruddin Hoja
“Seorang wali terkadang kehilangan kesadarannya karena kecintaannya kepada Allah sangat kuat, sehingga kekuatan fisiknya tidak mampu menahan beban kecintaan yang sangat mendalam di dalam hatinya.”
— Sayyidil Habib Umar bin Hafidz
“Orang yang menyebarkan shalawat diantara umat manusia (mengingatkan orang bershalawat kepada Rasulullah), dia akan menjadi orang yang paling dekat dengan Rasulullah.”
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Tampakkan sifat²mu, niscaya Dia akan membantumu dengan sifat²Nya. Tampakkan kehinaanmu, niscaya Dia membantu dengan kemuliaan-Nya. Tampakkan kelemahanmu, niscaya Dia membantu dengan kekuasaan-Nya. Tanpakkan ketidakberdayaanmu, niscaya Dia membantu dengan daya dan kekuatan-Nya.”
— Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khalidi qs.
“Yakinlah engkau akan hasil absolut dari tiap-tiap usaha spiritual. Tetapi haruslah cukup engkau bersabar untuk menantikan hasil-hasilnya. “
— Sayyidi Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari qs.
“Orang mukmin disibukkan dengan memuji Allah sehingga lupa menyanjung diri sendiri. Ia juga disibukkan dengan menunaikan kewajiban kepada Allah sehingga tidak ingat kepada kepentingan dirinya.”