Kopi Panas dan Jin

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
2 min read

Al-Habib Al-Imam Ahmad bin Hasan Al-‘Attas Huraidhah, Yaman, dalam karyanya yg berjudul Tadzkir An-Nas, hal. 177, mengutip perkataan Gurunya, Al-Habib Al-Imam Abu Bakar bin “Abdillah Al-‘Attas, “Sesungguhnya setiap tempat atau rumah yg ditinggalkan oleh penghuninya dalam keadaan sunyi tanpa seseorang, maka ia akan menjadi rumah jin. Namun bila rumah atau tempat tersebut biasa digunakan untuk membuat hidangan kopi panas, maka para jin tidak akan mau untuk mendekati maupun menempati rumah dan tempat tersebut.”

 

Kaitannya dengan hal itu, Ibnu Thayyib dalam tarikhnya mengatakan, “Kopi adalah obat untuk menghilangkan keresahan bagi kaum pemuda dan kenikmatan yg utama bagi para pencari ilmu. Kopi adalah minuman bagi para hamba yg dekat kepada Allah, di dalamnya penuh khasiat bagi para pencari hikmah di antara manusia.”

 

Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami ra. juga memiliki komentar menarik tentang kopi, “Ketahuilah duhai hati yg gelisah, kopi in telah dijadikan oleh Ahli Shofwah (orang² yg bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia Tuhan.”

 

Inilah mungkin di antara salah satu alasan, mengapa Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya hanya mau minum kopi dan tidak mau yg lainnya. Begitu bangun tidur, maka yg ditunggu oleh Beliau salah satunya adalah secangkir kopi panas yg beraroma khusus.

 

Ada beberapa catatan khusus tentang minuman kopi yg Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya konsumsi.

 

Yg pertama, kopi Beliau adalah kopi alami, tanpa campuran apapun, apalagi bahan kimia. Kopi beliau adalah siwalan, yg dibuat dan dikemas oleh seorang santri Beliau dan diantarkan secara berkala.

 

Kedua, tidak semua orang cocok dan menyukainya, sehingga bila tidak cocok, lalu mengkonsumsi, maka perutnya akan mulas.

 

Ketiga, karena kopi Beliau itu khusus dan tidak ada di pasaran, maka ke manapun pergi selalu dibawa oleh pendereknya, baik itu kopi yg sudah diseduh maupun yg masih berupa serbuk. Baik itu di kereta, di mobil, di atas kapal, di pesawat, atau ke manapun pergi selalu terbawa sehingga selalu dapat menikmatinya. (Wallahu a’lam)

 

Diambil dari buku Cahaya Dari Nusantara: Maulana Habib Luthfi bin Yahya hal. 57-58

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

Keterkaitan Sanad, Mursyid, Wushul dan Makrifat

Disiplin Sufi

Tarekat dan Politik: Amalan untuk Dunia atau Akhirat?

Tanda Amal Diterima

Kasyaf (Terbukanya Tirai Keghaiban)

Belajar Menyadari

Tidak Ada Tasawuf Tanpa Syariah

Mahabbah Dalam Bermujahadah

Tentang Khalifah Guru Kita

Keutamaan Mencium Jari Jempol dan Mengusapkannya ke Mata saat Adzan

Memahami Konsep Wujud Menurut Syekh Nuruddin Ar-Raniri

Nurun ‘ala Nurin

Kedudukanmu di Sisi Allah Tampak pada Posisimu Difungsikan sebagai Apa

Karamah Wali Allah

Kasihi dan Cintailah Semua Makhluk

Masyayikh Ahli Silsilah Thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah

Memasuki Singgasana Tauhid Harus Meninggalkan Asbab

Kisah Sayyidina Abu Bakar (ra) & Siti Aisyah (ra) Tentang Berterima Kasih

Kopi Panas dan Jin