Jika Tak Mampu Menangis, Berpura-puralah Menangis

Facebook
WhatsApp
Copy Title and Content
Content has been copied.
< 1 min read

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini diturunkan dengan kesedihan, jika kalian membacanya, maka menangislah, dan jika tidak bisa menangis, maka pura-puralah untuk menangis,” (HR Ibnu Majjah, Sunan Ibn Majjah)




“Setiap sesuatu ada tandanya, dan tanda kehinaan (di akhirat) adalah tidak pernah menangis (karena takut kepada Allah).”

— Syekh Abdurrahman Ad-Darani qs.

Stay inside the oasis.

Tetaplah berada di dalam oase.

Mengapa Kita Melakukan Dzikir Setiap Minggu?

Tiga Kategori Dzikir & 4 Pembagian Dzikir

Sejarah Tarekat Shiddiqiyyah

Tarekat Sebagai Jaringan Sosial

Kesiapan Menerima Pancaran Cahaya

Tarekat Sanusiyah: Gerakan Spiritual Kebangkitan Libya

Adab Memakai ‘Imamah (Surban)

Adab Menziarahi Ulama

Khauf – Takut Kepada Allah

Tarekat Tijaniyah, Motor Penyebaran Islam di Afrika

Sungai di Surga (Al-Kautsar)

Tatkala Tuhan Menyapa

Cara Wushul Tercepat

Masyayikh Ahli Silsilah Thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah

Syaikh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al-Jilli

Tingkatan Alam Menurut Para Sufi

Tarekat dan Politik: Amalan untuk Dunia atau Akhirat?

Adab dalam Berdzikir

Jika Tak Mampu Menangis, Berpura-puralah Menangis